Posted by: pandu | February 27, 2009

Nanofood, Makanan Masa Depan

Bayangkan ada sebuah keripik kentang dengan berbagai rasa namun lebih sedikit sodium, atau sebuah roti dengan minyak ikan yang memiliki berbagai vitamin namun tidak berasa ikan.

Itulah bagaimana nanotechnology akan menyentuh pasar makanan, dan itu baru dua dari sekian cara yang memungkinkan. Keripik kentang tersebut akan menggunakan “nanosalt”, garam biasa, namun dengan ukuran yang jauh lebih kecil, menurut Qasim Chaudhry, toxicologist dari Britain’s Central Science Laboratory, York, Inggris.

Dengan ukuran yang lebih kecil, maka luas permukaan akan bertambah, sehingga mengakibatkan lebih banyak kontak dengan lidah kita, dan akhirnya akan menghasilkan sensasi asin yang berbeda.

Cara ini juga diterapkan pada roti denganvitamin ikan namun tanpa rasa ikan. Dengan nanotechnology, dimungkinkan untuk mengapsulkan esens dari ikan itu sendiri. Akan digunakan nano-supplement ikan pada roti, mengakibatkan roti dengan kandungan ikan, namun tidak berasa ikan.

Namun ada pendapat menyatakan nanofood masih rawan digunakan karena ada kemungkinan dengan ukurannya yang kecil, bisa mengakibatkan memasuki organ dengan mudah, ini bisa sangat berbahaya jika zat aditif memasuki organ secara mudah dalam jumlah besar. Namun selama partikel yang digunakan masih sekedar garam, atau mungkin esens ikan, maka nanofood ini akan sangat bermanfaat, mungkin bisa digunakan untuk mengurangi masalah defisiensi vitamin dalam suatu negara.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.