Sebuah studi yang dilakukan oelh beberapa ilmuwan menunjukkan bahwa ada sebagian Sahara yang kembali menjadi lahan fertil.

090731-green-sahara_big

Salah satu wilayah Sahara yang mengalami penghijauan kembali adalah Sahel, wilayah selatan Sahara yang memanjang 2400 mil. Foto-foto yang diambil di daerah tersebut antara tahun 1972 sampai 2002 menunjukkan penghijauan, menurut jurnal Biogeosciences. Selain itu juga terdapat penghijauan di wilayah Chad dan Sudan bagian barat.

Salah satu penyebab pulihnya kondisi lahan diduga adalah curah hujan yang meningkat. Dengan udara yang semakin panas, diperkirakan udara sanggup menahan cairan yang lebih banyak, sehingga curah hujan yang dihasilkan bisa meningkat pula. Hal ini dikemukakan oleh Martin Claussen dari Max Planck Institute for Meteorology di Hamburg.

Berdasarkan survei lapangan, jumlah tanaman yang ada bertambah, seperti acacia, yang muncul di bagian utara Sudan dan barat daya Mesir.

Namun kondisi ini sudah beberapa kali menjadi sebuah perkiraan. Salah satu studi di Geophysical Research Letters memperkirakan bahwa pada tahun 2080, curah hujan pada musim hujan akan ada pada kisaran 2 mm per hari. Namun tidak semua ilmuwan sekata dengan pendapat ini, masih ada ilmuwan yang menganggap curah hujan akan kembali turun.

Tidak dipungkiri lagi, Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman hayati dan keindahan alam yang begitu banyak. Banyak lokasi-lokasi indah yang cocok untuk dinikmati keindahannya di Indonesia. Bahkan tidak jarang lokasi-lokasi Indonesia banyak yang masuk nominasi 7 keajaiban dunia, pada dahulu kala yang masuk adalah Candi Borobudur, namun tempat itu sudah tidak diperhitungkan lagi.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas tentang lokasi-lokasi Indonesia yang dinominasikan masuk 7 keajaiban dunia, hanya saja yang natural.

1. Gunung Krakatau

krakatau

Berada di antara Pulau Jawa dan Sumatera, awalnya hanya ada satu pulau, namun pada tahun 416, caldera yang ada hancur, sehingga membuat pulau ini menjadi lebih lebar, dan 3 puncak yang tertinggal disebut Lang, Verlaten, dan Krakatau. Pada 1883, terjadi letusan pada Krakatau, saking besarnya, sampai terdengar di Madagascar. Itu merupakan salah satu letusan terbesar dalam sejarah, menimbulkan asap debu yang sangat luas, dan menciptakan tsunami setinggi 40 m.

2. Gunung Bromo

bromo

Gunung Bromo adalah gunung setinggi 2392 mdpl, termasuk dalam Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru di Jawa Timur. Walaupun bukan gunung yang tertinggi, Bromo sangat terkenal karena keindahan caldera yang ada di atasnya. Di dalam caldera tersebut ada Laut Pasir, yang merupakan pasir halus dan bisa dilalui. Sangat jelas terlihat dibandingkan dengan lembah-lembah hijau yang mengelilinginya.

3. Taman Nasional Komodo

komodo

Terdiri dari beberapa pulau dengan area seluas 603 km2,. Taman ini didirikan pada tahun 1980 untuk melindungi spesies Komodo. Ini merupakan satu-satunya pulau di dunia yang merupakan habitat dari Komodo.

4. Danau Sentani

sentani

Danau ini terletak di Papua Barat, dengan luas 28 km x 19 km. Danau ini hanya memiliki satu jalur air, yaitu Sungai Jafuri dan Tami. Lebih spesifik lagi terletak dekat Jayapura. Danau ini dikelilingi Pegunungan Cyclops di Utara dan Dataran New-Guinea di Selatan.

5. Danau Toba

toba

Merupakan danau vulkanik terbesar di dunia, dengan panjang 100 km dan lebar 30 km, dan kedalaman 505 m pada titik terdalam. Terletak di Sumatera Utara, Danau Toba dikelilingi oleh pegunungan dengan Pulau Samosir di tengahnya.

6. Coral Triangle

coral trianglejpg

Istilah coral triangle sebenarnya mengacu pada perairan yang berada di antara Indonesia, Malaysia, Papua New Guinea, Filipina, Pulau Solomon, dan Timor Leste. Memiliki luas 1.600.000.000 acre, dengan spesies coral mencapai 600, yang berarti mencapai 75% spesies coral yang diketahui di dunia. Di sini hidup 3000 jenis ikan, termasuk Hiu Paus dan Coelacanth.

Dengan adanya nominasi ini, diharapkan derajat bangsa Indonesia bisa terangkat di mata dunia, terutama karena keindahan alamnya.

sumber : http://www.new7wonders.com

Ukuran dinosaurus bisa mencapai 8 kali lipat ukuran mamalia darat terbesar saat ini, padahal ketika mereka menetas dari telur, ukuran mereka tidak jauh beda dengan mamalia yang baru lahir. Hal ini tentu misterius, karena tidak ada zat pada tumbuhan yang bisa memicu gigantisme pada suatu makhluk hidup.

Riset baru-baru ini menyatakan ukuran besar tersebut disebabkan karena para dinosaurus menghabiskan sebagian besar harinya untuk makan, dan hanya melakukan gerakan yang relatif sedikit.

Dilihat dari struktur tulang kepala, terlihat bahwa dinosaurus lebih cenderung untuk mengunyah makanannya dalam waktu yang singkat dan langsung menelannya, terlihat dari ukuran kepala yang kecil, sehingga proses pencernaan lebih banyak di perut.

Berbeda dengan hewan sekarang, dengan kepala besar dan mulut banyak, sehingga lebih sering mengunyah dan menggunakan energi lebih banyak dibanding para dinosaurus.

Logika pun bisa menyatakan bahwa binatang yang lebih banyak menggunakan energi untuk hidup akan lebih kecil dibanding binatang yang memasok energi banyak dan jarang digunakan. Contoh nyata dari peristiwa ini mungkin bisa dilihat pada paus.

Itu alasan yang paling mungkin menjelaskan bagaimana dinosaurus bisa memiliki ukuran yang begitu besar.

Older Posts »

Categories